Cupcake Isi Jagung Pedas

Janji di postingan kemarin untuk mewujudkan semua resep di buku Variasi Cupcake-nya Tante Sisca Susanto jadi kenyataan telah aku mulai dari Cupcake Isi Jagung Pedas ini. Seperti biasa aku belum bisa mengikuti resep 100% sama. Alasannya klasik sih, terbentur biaya operasional. Lagian  ada bahan-bahan yang sulit ditemukan (baca males nyari) di toko-toko bahan kue sekitaran rumah. Terpaksa deh resep yang ada aku obrak-abrik sedikit.

Cupcake Isi Jagung Pedas

(ala ocehanmia)

untuk 7 buah

Camera 360

Continue reading

Modus Penipuan Menyamar Sebagai Adistya Juliza

Dimintai tolong teman nyebar kasus penipuan yang barusan membuatnya jadi salah satu korban. Semoga dengan adanya postingan ini teman-teman yang lain semakin berhati-hati. Kalau kata Bang Napi sih, “Waspadalah waspadalah!”.

“Sekarang cari duit makin susah. Berbagai cara dilakuin buat ngedapetin duit dalam waktu singkat dan mudah. Modus kali ini pernah terjadi pada diri saya sendiri. Oke, modus ini dilakukan melalui bbm. Awalnya tersangka yang mengaku bernama Adistya Juliza, melakukan pendekatan kepada saya. Sebagai orang yang aktif di media sosial, saya langsung searching nama Adistya Juliza di google. Namun hasil yang saya dapat hanya alamat twitternya yang tidak aktif juga. Selain itu, ada informasi kuliahnya juga. Dan, memang tidak ada yang mencurigakan sampai di sini.

Oke, setelah lama melakukan pendekatan lewat bbm, pelaku yang mengaku Adistya Juliza ini ngajak telponan. Oke saya ladeni saja. Dan, ditelpon ngomongnya kasar euy. Gak kayak wajahnya :p. Awak sebagai lelaki beriman langsung ilfeel. Tapi tetap saya ladeni juga. Dan yang bikin curiga adalah dia mulai minta transfer uang, kirim kue, bayarin ini itu. Alhamdulillah saya masih pengangguran yang sedang menunggu penempatan, banyak permintaannya yang saya tolak kecuali yang alasannya benar2 mendesak. Kalo kirim kue, berapalah harga kue. Kasikan ajaaa… tapi yang gak wajar, dia minta duit 500 ribu buat nebus bb-nya yang dipake buat bayar spp. Nah lo, dia ngakunya anak seoarang karyawan ternama di Lhokseumawe, tapi kok bayar spp kuliah susah? Mulai saya ragu. Dan akhirnya saya minta rekeningnya, tapi rekeningnya bukan atas nama Adistya Juliza Continue reading

Chocolate Cupcakes

Tanggal 7 Maret lalu, Ayah ulang tahun yang ke-46 *hug*. Aku, ibu, dan adik-adik ramai-ramai prepared something buat beliau. Dik Lia bertugas nyiapin kado buat Ayah, foto kami sekeluarga pas lebaran beberapa tahun lalu yang diedit-edit dikit trus dicetak trus dimasukkin ke pigura. Aku dan Ibu yang bertugas nyiapin makanan buat pesta *halah*. Ibu yang makan besar, aku yang camilan.

Pengin berbeda dari biasanya (kue tart), aku pilih cupcakes buat jadi kue ultah Ayah. Lantaran baru pertama kali bikin, aku cari resepnya dulu di internet. Eh nemu resep di detik.com. Judul cupcake-nya itu Chocolate Cupcakes.

Ketidakmodalanku memaksaku untuk merevisi beberapa bahan dari resep asli. Voila, ini dia resep cupcake editan dari detik.com (resep asli dapat klik di sini).

Chocolate Cupcakes

Camera 360

Untuk 12 buah

Continue reading

Cara Mudah Memulai Skripsi / Karya Tulis Ilmiah Lainnya

Postingan kali ini spesial aku dedikasikan untuk sahabat terbaikku, Rizqa, yang sedang un-mood mode on buat ngerjain skripsi dan adik tingkatku tersayang, Arin, yang sering galau mikirin laporan PKL. Boleh juga untuk kamu yang saat ini mungkin mempunyai problem yang sama: menyusun karya tulis ilmiah apapun itu, skripsi kek, laporan PKL kek, laporan praktikum kek, paper, makalah, dll.

Mengerjakan karya tulis ilmiah diibaratkan seperti merasakan cinta terpendam. Layak orang yang jatuh cinta, setiap apa yang kita lakukan, kita pasti akan terbayang-bayang tugas yang belum kelar. Tidur nggak nyenyak, makan nggak nikmat. Ketika tiba saatnya untuk mengungkapkan lewat kata-kata, saatnya mulai menuliskan ide, kita hanya bisa terdiam di depan laptop. Seketika itu pula ide menguap dari isi kepala. Kalau sudah begini, biasanya kita menunggu-nunggu ide itu muncul dan menunda-nunda pekerjaan kita hingga mepet waktu deadline. Kenyataannya bahwa “the power of kepepet” atau “bisa karena terpaksa” memang selalu menjadi senjata andalan kita dalam mengakhiri masa-masa kebimbangan tugas ini. But in the end, we are about going crazy.

Ada satu tips sederhana yang akan mempermudah langkah kita dalam menyusun karya tulis, yaitu dengan Continue reading

Farewell Trip: 4 Gaya Liburan di Jogja (Part 2)

Lanjutan dari Farewell Trip: 4 Gaya Liburan di Jogja (Part 1)

Hari Ketiga: Like a Foreign Tourist. Wear your Sun Glasses Plisss!

Dosa besar kalau kita ngelewatin objek wisata yang satu ini. Destinasi kali ini udah bukan lagi jadi konsumsi turis lokal Men. Namanya udah cetar membahana ke seluruh dunia. Bahkan pernah dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia. He’eh, bener banget, destinasi ke-7 kami adalah Candi Borobudur.

Perjalanan dimulai dari perempatan Dongkelan, Bantul. Kami mangkal kurang lebih 45 menit menanti bus Cemara Tunggal, bus jurusan Jogja-Borobudur Rp.15.000,00. Kalau nggak mau kelamaan nunggu, ada alternatif lain kok, yaitu dengan menaiki bus AKAP jurusan Jogja-Semarang, turun di terminal Muntilan, lalu pindah bus jurusan Borobudur. Perjalanan kami sampai ke daerah Candi kurang lebih 1 jam.

Borobudur yang sekarang berbeda dengan Borobudur 9 tahun yang lalu (saat piknik bareng keluarga). Pertama, harga tiket masuknya. Sekarang udah naik jadi Rp.30.000,00 untuk turis lokal. Kedua, nggak boleh bawa makanan ketika memasuki kawasan candi. Kalau terlanjur bawa, bisa dititipkan di penitipan makanan yang ada di sebelah pos penjualan tiket. Ketiga, ada adab sarungisasi sebelum naik ke atas candi.

6

Jarak dari pos sarungisasi sampai ke Candinya memang cukup jauh kalau jalan kaki. Apalagi biasanya matahari bersinar terik menyengat kulit. Jadi inget ya, harus siap sedia payung. Kalau pengin nggak ngerasain panas dan capek, boleh deh keluar uang Rp.5.000,00 buat ikutan naik kereta menuju candi. Kalau pengin nyobain sesuatu yang baru, boleh juga keluar uang Rp.20.000,00 buat menyewa sepeda tandem. “Duh, berasa jadi Han Ji Eun dan Yong Jae deh,” batin Siti dan Basit, pasangan witing tresno.

And Finally, Candi Borobudur!

7

Hujan mengguyur areal candi dan sekitarnya. Tuh, kan, harus bawa payung pokonya. Pas perjalanan pulang, kami memutuskan untuk naik kereta kuda a.k.a andong Rp.15.000,00/kereta muat 4/5 orang sekali jalan dari candi ke terminal bus. Oya, bus ke Jogja tersedia maksimal pukul 16.00. Jangan pulang kesorean ya Gais.

8

Malam harinya, Continue reading