Starting Over

Kapan terakhir aku menulis? Nulis-nulis ga jelas di buku diary sih sekitar awal bulan lalu. Isinya pun tentang peringatan first anniversary pernikahanku yang sebenernya nggak diperingatin juga sih. Kalau terakhir nulis di blog ini, wooowow amazing sudah tiga tahun lebih kutinggalkan! Saking lamanya sampai-sampai aku mengalami bermacam perubahan status, dari pengangguran menjadi wanita kariiir~, dari seorang jomblo menjadi isteri seseorang, dari berat badan 50sekian menjadi yasudahlah yang ini tak perlu dibahas lagi.

Tiga tahun ini bukan lah waktu yang singkat yang kujalani dengan kehidupan yang so-so, datar-datar aja, nggak menantang. Sebaliknya, kehidupan yang kujalani ini sangatlah dinamis, emosional, dan fluktuatif (emangnya saham). Sungguh disayangkan, lika-liku ini nggak sempat kurekam dalam sebuah tulisan-tulisan. Even itu di diary ku – well isinya sih cuma keluhan atas beban hidup yang mendera- ataupun di blog ocehanmia ini.

Now, it’s time to starting over.

starting over 1

Kenapa tetiba dapat ilham buat nulis lagi? I should say thank you for mbak @retnohening, seorang  Ibu (agak) muda biasa, Ibu dan Teman main Kirana, Orang Indonesia, asal Duri, Riau, keturunan Jawa, tinggal di Muscat, Oman dan dek @gitasav ,  ’92/INTJ/Chemikerin/Berlinerin/YouTuber/Face of Hijup. Semua profil itu aku copas dari profil akun Instagram mereka. Ya-ya mereka berdua cukup terkenal lhooh di dunia maya.

Mbak Retno suka sekali memposting kelakuan lucu kirana (anaknya) di akun instagram beliau. Selain followernya dihibur dengan kegemasan kirana, mbak retno secara tak langsung berbagi style pola asuh anak yang sesuai dengan gaya ibu-ibu masa kini #halah. Bahkan dari keisengannya posting itu (iseng ga sih mbak, kok aku sok tahu), Mbak Retno sudah menerbitkan sebuah buku yang laris manis tanjung kimpul berjudul Happy Little Soul.

Nah, kalau dek Gita lain lagi ceritanya. Pertama kali aku nemuin videonya di Youtube pas dia lagi ngecover lagunya mas Tulus yang berjudul Teman Hidup. Eeh keterusan deh, aku ngikutin video-videonya yang lain yang ternyata kebanyakan isinya tentang serba-serbi kehidupannya sebagai mahasiswi muslimah Indonesia di Jerman. Daaan sampai suatu saat aku pun menemukan blognya dek Gita juga yang ternyata terkandung bermacam-macam faedah, diantaranya membuat pembacanya terhibyur.

Well, aku belum ada maksud pengen terkenal kayak mereka lho. Aku seneng aja baca tulisan mereka, lihat video mereka, bagaimana nikmatnya berbagi ke banyak orang dengan cara sederhana: dengan menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa. Aku ingin membagi kehidupanku juga yang mungkin aja lhoo mungkin ada faedahnya dan mungkin aja nih bisa kujadikan tambahan timbangan amal sholeh di akhirat kelak. Aamiin.

So, let’s go! Liburan duyu biar ada bahan buat nulis (laaaaah swami/suami tekor).

Advertisements

Modus Penipuan Menyamar Sebagai Adistya Juliza

Dimintai tolong teman nyebar kasus penipuan yang barusan membuatnya jadi salah satu korban. Semoga dengan adanya postingan ini teman-teman yang lain semakin berhati-hati. Kalau kata Bang Napi sih, “Waspadalah waspadalah!”.

“Sekarang cari duit makin susah. Berbagai cara dilakuin buat ngedapetin duit dalam waktu singkat dan mudah. Modus kali ini pernah terjadi pada diri saya sendiri. Oke, modus ini dilakukan melalui bbm. Awalnya tersangka yang mengaku bernama Adistya Juliza, melakukan pendekatan kepada saya. Sebagai orang yang aktif di media sosial, saya langsung searching nama Adistya Juliza di google. Namun hasil yang saya dapat hanya alamat twitternya yang tidak aktif juga. Selain itu, ada informasi kuliahnya juga. Dan, memang tidak ada yang mencurigakan sampai di sini.

Oke, setelah lama melakukan pendekatan lewat bbm, pelaku yang mengaku Adistya Juliza ini ngajak telponan. Oke saya ladeni saja. Dan, ditelpon ngomongnya kasar euy. Gak kayak wajahnya :p. Awak sebagai lelaki beriman langsung ilfeel. Tapi tetap saya ladeni juga. Dan yang bikin curiga adalah dia mulai minta transfer uang, kirim kue, bayarin ini itu. Alhamdulillah saya masih pengangguran yang sedang menunggu penempatan, banyak permintaannya yang saya tolak kecuali yang alasannya benar2 mendesak. Kalo kirim kue, berapalah harga kue. Kasikan ajaaa… tapi yang gak wajar, dia minta duit 500 ribu buat nebus bb-nya yang dipake buat bayar spp. Nah lo, dia ngakunya anak seoarang karyawan ternama di Lhokseumawe, tapi kok bayar spp kuliah susah? Mulai saya ragu. Dan akhirnya saya minta rekeningnya, tapi rekeningnya bukan atas nama Adistya Juliza Continue reading

Cara Mudah Memulai Skripsi / Karya Tulis Ilmiah Lainnya

Postingan kali ini spesial aku dedikasikan untuk sahabat terbaikku, Rizqa, yang sedang un-mood mode on buat ngerjain skripsi dan adik tingkatku tersayang, Arin, yang sering galau mikirin laporan PKL. Boleh juga untuk kamu yang saat ini mungkin mempunyai problem yang sama: menyusun karya tulis ilmiah apapun itu, skripsi kek, laporan PKL kek, laporan praktikum kek, paper, makalah, dll.

Mengerjakan karya tulis ilmiah diibaratkan seperti merasakan cinta terpendam. Layak orang yang jatuh cinta, setiap apa yang kita lakukan, kita pasti akan terbayang-bayang tugas yang belum kelar. Tidur nggak nyenyak, makan nggak nikmat. Ketika tiba saatnya untuk mengungkapkan lewat kata-kata, saatnya mulai menuliskan ide, kita hanya bisa terdiam di depan laptop. Seketika itu pula ide menguap dari isi kepala. Kalau sudah begini, biasanya kita menunggu-nunggu ide itu muncul dan menunda-nunda pekerjaan kita hingga mepet waktu deadline. Kenyataannya bahwa “the power of kepepet” atau “bisa karena terpaksa” memang selalu menjadi senjata andalan kita dalam mengakhiri masa-masa kebimbangan tugas ini. But in the end, we are about going crazy.

Ada satu tips sederhana yang akan mempermudah langkah kita dalam menyusun karya tulis, yaitu dengan Continue reading

Special Gift from Special Friend

Ceritanya sih, aku lagi sibuk bikin scrapbook tentang perjalananku selama tiga tahun kuliah di STAN. Well, I do it because of bored time for waiting to be a real civil employer. Dari mulai buka-buka folder foto-foto di laptop, buka catatan kegiatan harian di notes, sampai membaca ulang semua diary selama aku kuliah. Banyak memori yang tiba-tiba membuatku senyum-senyum sendiri, sebel lagi, pengen marah, pengen nangis, begitu emosional. Salah satu momen yang paling so sweet adalah kado ulang tahunku ke-18 yang diberikan oleh Rizqa Jannati Adnin, my truly best friend ever!

Tanggal 3 Oktober 2009, beberapa menit setelah tengah malam,ada sebuah SMS masuk. SMS dari Rizqa. 

Continue reading

Berburu Beasiswa ke Korea di Korean Day 2012

Gambar

pict sourcehttp://modernseoul.wordpress.com/2012/01/27/3-different-ways-of-visiting-south-korea/

By accident, aku ikutan acara seminar Korean Day 2012 di Undip hari Jumat kemarin. Awalnya sih nggak ngeh, ini seminar tentang apa. Kalau kata adik sih, seminarnya tentang cara-cara berburu beasiswa ke Korea. Kalau dipikir-pikir, lumayan juga deh ikutan daripada cuma bengong di rumah kayak katak dalam tempurung (yeeah, aku sedang dalam masa penantian untuk diwisuda).

Seminar yang diadakan oleh Korean Study Center Undip bekerja sama dengan KOICA, dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama seminar itu, diisi oleh dua orang foreigner yang berasal dari Korea (yaiyalah). Mr. Park Yong Dae (kalau kagak salah. Salahkan panitia yang tidak memberikan profil lengkap para pembicara) dan Mrs. Park Daeny yang berasal dari KOICA. Perlu diketahui, KOICA itu merupakan salah satu badan yang mempunyai peran mirip Peace Corp-nya Amerika Serikat. Mereka memberikan bantuan sukarelawan kepada negara-negara yang membutuhkan dalam bidang pendidikan, kesehatan, bisnis, TI, dan lain-lain. Kalau menurut Eric Weiner di buku The Geography of Bliss, organisasi ini merupakan pasukan penerbar sedikit kebahagian kepada negara lain. Molla~

Kembali lagi ke acara seminarnya yaa. Mr. Park Yong Dae mengawali seminar dengan memaparkan fakta bahwa beasiswa pendidikan di Korea itu sangat banyak tersedia bagi para pelajar dari negara non-Korea. Continue reading