Cara Mudah Memulai Skripsi / Karya Tulis Ilmiah Lainnya

Postingan kali ini spesial aku dedikasikan untuk sahabat terbaikku, Rizqa, yang sedang un-mood mode on buat ngerjain skripsi dan adik tingkatku tersayang, Arin, yang sering galau mikirin laporan PKL. Boleh juga untuk kamu yang saat ini mungkin mempunyai problem yang sama: menyusun karya tulis ilmiah apapun itu, skripsi kek, laporan PKL kek, laporan praktikum kek, paper, makalah, dll.

Mengerjakan karya tulis ilmiah diibaratkan seperti merasakan cinta terpendam. Layak orang yang jatuh cinta, setiap apa yang kita lakukan, kita pasti akan terbayang-bayang tugas yang belum kelar. Tidur nggak nyenyak, makan nggak nikmat. Ketika tiba saatnya untuk mengungkapkan lewat kata-kata, saatnya mulai menuliskan ide, kita hanya bisa terdiam di depan laptop. Seketika itu pula ide menguap dari isi kepala. Kalau sudah begini, biasanya kita menunggu-nunggu ide itu muncul dan menunda-nunda pekerjaan kita hingga mepet waktu deadline. Kenyataannya bahwa “the power of kepepet” atau “bisa karena terpaksa” memang selalu menjadi senjata andalan kita dalam mengakhiri masa-masa kebimbangan tugas ini. But in the end, we are about going crazy.

Ada satu tips sederhana yang akan mempermudah langkah kita dalam menyusun karya tulis, yaitu dengan membuat urutan kerja. Selama ini, tugas karya tulis ilmiah hanya kita pikirkan saja, sehingga membuat kita merasa ketakutan. Semakin kita takut, semakin lama kita akan mencoba. Untuk itu, lawan rasa takut itu. Kamu hanya perlu merealisasikannya. Coba jabarkan tugas ini ke dalam beberapa langkah pekerjaan seperti ini.

Proyek: Menulis karya tulis Sejarah
Urutan kerja:
1. Duduk di meja belajar.
2. Membaca ulang tugas itu.
3. Membuka dokumen baru di komputer, menamainya dan menyimpannya.
4. Tulis pertanyaan-pertanyaan yang harus aku cari jawabannya.
5. Cari di internet atau pergi ke perpustakaan.
6. Baca ulang catatan yang telah aku kumpulkan dan beberapa hasil riset.
7. Buat garis besar karya tulis.
8. Tulis satu paragraf.
9. Tulis lagi beberapa paragraf.
10. Baca sekali lagi.
11. Perbaiki kesalahan mengetik.
12. Baca ulang lagi.
13. Selesai.

Contoh urutan kerja di atas aku salin sesuai dengan contoh buku sumber referensiku dalam menulis postingan ini, yaitu Organize Your Life (diterjemahkan dari Where’s My Stuff?) karangan Samantha Moss dan Lesley Schwartz. Dengan cara ini, aku sukses mengerjakan laporan PKLku beberapa bulan yang lalu dengan mudah dan tanpa stress (kecuali bagian debat dengan dosen pembimbingnya. Hahaha). Kamu bebas membuat urutan kerja sesuai dengan bahasamu sendiri. Asalkan awal kalimat selalu didahului dengan kata kerja. Setelah selesai melakukan satu tahapan, kita dapat mencoretnya atau menchecklistnya agar kita dapat fokus kepada tahap selanjutnya. Urutan kerja versiku.

contoh urutan kerja

Mengapa urutan kerja dapat mempermudah?

Bagian otak bawah sadar tidak dapat membedakan antara tugas-tugas realistis dan tujuan-tujuan yang belum tercapai berdasarkan waktu yang kita miliki. Akibatnya, pikiran kita dibingungkan oleh keduanya sehingga akhirnya kita menunda-nnuda pekerjaan tsb. Saat kita menuliskan tujuan di atas kertas, akan terasa lebih mudah untuk melihat dengan jelas dan realitis. Dengan begitu, tujuan-tujuan tadi dapat secara langsung kita ubah menjadi tindakan nyata.

Selamat mencoba 😀

Advertisements

2 thoughts on “Cara Mudah Memulai Skripsi / Karya Tulis Ilmiah Lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s