Farewell Trip: 4 Gaya Liburan di Jogja (Part 2)

Lanjutan dari Farewell Trip: 4 Gaya Liburan di Jogja (Part 1)

Hari Ketiga: Like a Foreign Tourist. Wear your Sun Glasses Plisss!

Dosa besar kalau kita ngelewatin objek wisata yang satu ini. Destinasi kali ini udah bukan lagi jadi konsumsi turis lokal Men. Namanya udah cetar membahana ke seluruh dunia. Bahkan pernah dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia. He’eh, bener banget, destinasi ke-7 kami adalah Candi Borobudur.

Perjalanan dimulai dari perempatan Dongkelan, Bantul. Kami mangkal kurang lebih 45 menit menanti bus Cemara Tunggal, bus jurusan Jogja-Borobudur Rp.15.000,00. Kalau nggak mau kelamaan nunggu, ada alternatif lain kok, yaitu dengan menaiki bus AKAP jurusan Jogja-Semarang, turun di terminal Muntilan, lalu pindah bus jurusan Borobudur. Perjalanan kami sampai ke daerah Candi kurang lebih 1 jam.

Borobudur yang sekarang berbeda dengan Borobudur 9 tahun yang lalu (saat piknik bareng keluarga). Pertama, harga tiket masuknya. Sekarang udah naik jadi Rp.30.000,00 untuk turis lokal. Kedua, nggak boleh bawa makanan ketika memasuki kawasan candi. Kalau terlanjur bawa, bisa dititipkan di penitipan makanan yang ada di sebelah pos penjualan tiket. Ketiga, ada adab sarungisasi sebelum naik ke atas candi.

6

Jarak dari pos sarungisasi sampai ke Candinya memang cukup jauh kalau jalan kaki. Apalagi biasanya matahari bersinar terik menyengat kulit. Jadi inget ya, harus siap sedia payung. Kalau pengin nggak ngerasain panas dan capek, boleh deh keluar uang Rp.5.000,00 buat ikutan naik kereta menuju candi. Kalau pengin nyobain sesuatu yang baru, boleh juga keluar uang Rp.20.000,00 buat menyewa sepeda tandem. “Duh, berasa jadi Han Ji Eun dan Yong Jae deh,” batin Siti dan Basit, pasangan witing tresno.

And Finally, Candi Borobudur!

7

Hujan mengguyur areal candi dan sekitarnya. Tuh, kan, harus bawa payung pokonya. Pas perjalanan pulang, kami memutuskan untuk naik kereta kuda a.k.a andong Rp.15.000,00/kereta muat 4/5 orang sekali jalan dari candi ke terminal bus. Oya, bus ke Jogja tersedia maksimal pukul 16.00. Jangan pulang kesorean ya Gais.

8

Malam harinya, Alkid a.k.a Alun-Alun Kidul Jogja menjadi destinasi ke-8. Kalau menurut cerita simbah putriku yang menghabiskan masa mudanya di Jogja, Alkid itu sama sekali nggak famous. But, now, look at this! Ramene cah cah. Banyak warung-warung lesehan jagung bakar dan edang ronde sepanjang pinggir Alun-Alun. Semakin semarak lagi suasana di sini dengan hadirnya wahana hiburan baru, sepeda lampion yang kece abiiiis Rp.20.000,00/sepeda untuk 4/6 orang 4 kali putaran alun-alun. Kalau pengin tetap asik tanpa ngeluarin duit, bisa coba tantangan menerobos dua pohon beringin yang berdiri kokoh di tengah alun-alun dengan mata tertutup. Katanya sih, banyak yang gagal ngelewatin lho. Dari tiga sampel percobaan yang dilakukan, cuma Siti yang gagal mencapai target. Emang dasar tu anak nggak kompak.

9

Momen Favorit: Pas hujan deras, naik sepeda tandem, rem blong, jalanan nurun, kehilangan Siti dan Basit.

Hari Keempat: Kembali ke Jogja Tempo Doeloe

Nggak bisa dipungkiri, yang bikin Jogja jadi daerah tujuan wisata adalah sejarah keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sampai saat ini pun sang sultan, Sultan Hamenkubowono X, masih menjabat sebagai pemimpin rakyat Jogja lho. Well, is it the last day, isn’t it? Belum terlambat dong buat belajar sejarah kota yang telah memberikan banyak kesenangan beberapa hari ini. Keraton Yogyakarta,tempat tinggal raja  beserta keluarga, menjadi destinasi ke-9 kami.

WP_000858

Ada dua pintu masuk wisata yang dibuka untuk memasuki kawasan keraton. Pintu yang pertama  ada di dekat Alun-Alun Utara dengan tarif masuk Rp.5.000,00. Di kawasan keraton yang pertama, kita dapat melihat tempat penobatan raja dan tempat untuk melangsungkan acara-acara besar keraton. Selain itu, kita dapat melihat manekin-manekin prajurit keraton dan abdi dalem. Pintu yang kedua berada agak ke Selatan dari Alun-Alun Utara, yaitu berada di depan kantor Kecamatan Kraton. Dengan tarif masuk Rp.5.000,00 juga, per rombongan dapat guide lho.  Nah, kalau di kawasan kedua ini, kita langsung terhubung ke bangunan inti keraton. Daerah yang diperbolehkan dijelajahi oleh para turis adalah daerah Kaputran, yaitu merupakan daerah tempat tinggal para pangeran. Terdapat museum yang mempertontonkan koleksi benda-benda peninggalan Sultan Hamenkubowono IX mulai dari beliau lahir sampai wafat. Well, aura dari setiap bangunan yang masih berdiri kokoh, setiap benda yang terpajang, setiap aktivitas yang terjadi di dalam Keraton membuatku merasakan masa lalu kota ini. I never experienced it. But, I do feel it. 

10

Masih ingin merasakan suasana masa Jogja tempo dulu? Mampir juga ke Masjid Gedhe Kauman (destinasi ke-10) yok. Letaknya deket banget kok, di sebelah barat Alun-Alun Utara. Kalau dari areal keraton, jalan kaki juga bisa. Di kampung sekitaran masjid ini, muncul banyak ulama-ulama dan cendikiawan-cendikiawan muslim Indonesia mulai yang dari zaman dulu banget ada  Kiai H.Ahmad Dahlan, tokoh pendiri Muhammadiyah, sampai zaman reformasi ada Amien Rais, mantan Ketua DPR dan pendiri Partai Amanat Nasional.

Momen favorit: Salat Zuhur di dalam Masjid Gedhe Kauman, teringat momen masa kecil bersama bapak dan dik Lia.

 

 

Gimana-gimana? Tertarik? Kalau pergi akhir tahun ini, liburanmu bakal  tambah seru lho. Soalnya pesta rakyat Sekaten yang diadakan sebagai wujud untuk memperingati ulang tahun Nabi Muhammad SAW (maulid nabi) dibuka pada akhir tahun ini, tepatnya tanggal 21 Desember 2012. Tunggu apa lagi, mumpung masih musim liburan, kenapa nggak segera packing buat jalan ke Jogja?

Advertisements

One thought on “Farewell Trip: 4 Gaya Liburan di Jogja (Part 2)

  1. Pingback: Farewell Trip: 4 Gaya Liburan di Jogja (Part 1) | Ocehan Mia Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s