Don’t Stop Believe It!

Kira-kira setahun lalu saya menempel gambar-gambar ini.

Gambar-gambar yang berisikan tempat-tempat mana yang ingin saya kunjungi selama setahun ini, sebelum saya hengkang dari Bintaro. Awalnya saya meragu untuk melakukannya. Sesuatu yang sering saya dengar ketika mengikuti kajian di SMA, di kampus, di majelis-majelis ilmu lainnya. Sesuatu tentang memvisualisasikan impianmu agar menjadi kenyataan. Saking ragunya, saya menempelkan gambar-gambar ini di samping lemari belajarku. Takut dilihat orang lain dan ditertawakan.

Satu per satu saya dapat mewujudkan semua yang ada dalam gambar. Sungguh, semuanya terkesan mengalir, natural, tanpa direncanakan, kesempatan itu datang.

Gambar pertama adalah gambar Stadion Gelora Bung Karno. Saya kepengin ke sana gara-gara mengingat sejarah bagaimana tempat ini dibangun dulu. Tentunya, malu-maluin pol kalau pernah tinggal di Jakarta tetapi saya belum pernah ke GBK. Pada tanggal 23 Oktober 2011, saya berhasil ke GBK dengan bersepeda bersama teman-teman ngampus saya, ikutan Car Free Day. Sumpah, itu perjalanan paling bego yang pernah saya lakukan. Bayangkan, kami bersepeda dari Bintaro menuju Senayan PP. OK OK saja kalau sepeda kami bagus, bermerk, dan tentunya mahal. Sepeda yang kami bawa sebagian besar sepeda-sepeda kurang waras. Ada yang sedelnya keras, tarikkannya harus kuat, ban gembos, dll. Kami berangkat dari pukul 7 pagi dan baru sampai sana sekitar pukul 10 pagi. Setibanya di sana, kami menikmati waktu sebentar, sekaligus beristirahat untuk melanjutkan perjalanan pulang. Saya sampai kos pukul 2 siang. Gilak.

Gambar kedua adalah gambar orang naik banana boat. Kalau yang satu ini, Rizqa adalah satu-satunya orang yang harus bertanggung jawab. Ceritanya tentang pengalaman seru naik banana boat sewaktu liburan di Bali kelas 2 SMA, membuat saya terus berjanji dalam hati untuk melakukannya juga tahun ini. Finally, kesempatan itu datang ketika kelasku di tingkat tiga ini mengadakan makrab di Pulau Tidung pada tanggal 19-21 Maret 2012. Saya kurang tahu kalau di sana ada fasilitas untuk berbanana boat. Rencana awanya, saya bener-bener pengin kembali ke Bali untuk berbanana boat. Tapi kalau di Tidung bisa, kenapa enggak. Benar juga cerita Rizqa. That’s so fun!

Gambar ketiga adalah Gedung Sate yang merupakan simbol perwakilan perasaan kangenku untuk bertemu sahabatku, Nurma, yang telah pindah ke Bandung. Memang kami berdua sama-sama keterlaluan. Jarak antara Bandung dan Jakarta lebih dekat daripada jarak Semarang dan Jakarta. Tetapi kami selalu tidak bisa meluangkan waktu untuk saling menyapa. Hari itu saya bisa ke Bandung tiba. Hari itu tanggal 22 April 2012, saya nekat jalan ke Bandung sendirian untuk pertama kalinya. Mumpung saya lagi kosong dan mumpung Nurma menyempatkan diri untuk bolos di hari Senin menemani saya main di Bandung. Seperti tersesat di rumah teman. But love it so much.

Gambar selanjutnya adalah salah satu gambar Mall di Jakarta. That’s right, F(x). Entah kenapa gambar itu yang terpajang. Cita-cita saya sebenarnya ingin menyambangi semua mall yang ada di Jakarta. Boleh lah yaa, sok gaul gitu. Saya berhasil ke F(x) tanpa sengaja. Ketika itu, saya dan Kingkin mengunjungi Islamic Book Fest yang ada di Senayan. Sebelum pulang, saya meminta Kingkin untuk mampir sebentar ke tempat ini. Saya teringat gambar F(x) yang tertempel. Dan begitu saja. Saya tidak belanja apa-apa. Mall itu bukan untuk kalangan mahasiswa cekak duit seperti saya. Haha.

Lalu, ada logo Jakarta Fest atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) tahun 2011. Sebenarnya keinginan untuk mengunjungi event ini sudah ada dari awal saya kuliah di Jakarta. Bagi pendatang seperti kami, acara-acara diibukota pastinya bisa dijadikan bahan untuk menyombongkan diri ketika pulang ke kampung (hehe). Hampir tiga tahun di Jakarta, akhirnya pada tanggal 9 Juli 2012. Pengalaman saya bisa mencicipi event ini begitu spesial karena ditemani oleh dua adik saya dan teman-teman baik saya. Love you guys.

Yang paling bawah merupakan gambar yang paling istimewa. Tidak hanya karena itu kegantengan orang-orangnya, tetapi lebih kepada siapa mereka sebenarnya. As you know, mereka adalah boyband asal Korea yang sedang digandrungi ABG-ABG labil masa kini, Super Junior (SJ). Di sini, saya perlu mengoreksi, saya bukan ABG labil. Saya suka SJ jauh sebelum demam KPOP melanda seperti sekarang ini. Sewaktu praktikum pelajaran TIK di ruang komputer SMA, tanpa sengaja saya menemukan music video SUJU. Entah siapa yang menyimpan di sana, tapi saya langsung mengkopi dan menikmati lagu-lagu mereka. Saat itu, saya memang sedikit frustasi dengan musik-musik di tanah air yang dijangkiti virus 4L4Y. Jadilah, saya penyuka SJ sejak saat itu hingga sekarang.

Gambar itu lebih tepat merupakan cover dari konser tunggal mereka, Super Show (SuShow). Siapa sih fans yang nggak pengin menikmati musik idolanya secara langsung, So do I. Sayangnya, pas ada SuShow di Jakarta, saya lagi bokek dan belum mendapat persetujuan orang tua. Sedihnya.

Ada seribu jalan ke Roma, begitu pula jalan untuk ketemu SJ. Akhirnya saya berhasil melihat aksi mereka secara langsung di SMTOWN live word tour di GBK hari Sabtu kemarin. Wuihh, saya sungguh tidak menyangka segala dipermudah. Memang kalau jodoh tak akan kemana (maksudnya?).

Hanya ada satu tempat yang belum saya datangi. Iya, saya kepingin nonton Kick Andy live di Studio Metro TV. Sebenarnya, acara nonton Kick Andy ini sudah bukan trendnya mahasiswa tingkat akhir seperti saya. Dulu ketika awal tingkat satu, mulai dari acara kelas, acara organisasi kampus, selalu menawari saya untuk ikutan nonton. Gratis, masuk Tipi, dapat buku lagi. Mahasiswa mana yang mau menolak. Ada ding, saya. Entah mengapa, trend acara pas tingkat satu itu selalu saja saya tolak hingga hilang kesempatan saya sekarang ini. Sulit banget kalau mau nyari rombongan nonton. Alasan klasik teman-teman, pas tingkat satu sudah pernah nonton. Sekalipun pernah ada kesempatan, besoknya saya malah ada tugas presenatsi. Batal deh.

Memang sih, gambar-gambar yang kutempel itu hanya gambar-gambar berisi impian kecil nan sepele. Tapi dari hal sepele ini, aku menjadi yakin, suatu saat impianku yang besar akan terwujud. Tempelan gambar ini mungkin bisa disebut dengan niat awal untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Terkadang di tengah jalan, kita menjumpai banyak rintangan untuk mencapainya. Sampai-sampai, kita pernah memilih jalan yang salah, jalan berbelok, bahkan berputar, semakin menjauh dari tempat yang ingin kita tuju. Gambar ini akan menjadi pengingat inilah tujuan awal saya, nait awa saya, ayo kembali ke jalan yang benar, ke MIMPI-mu. Selamat bermimpi dan meraihnya :3

Advertisements

2 thoughts on “Don’t Stop Believe It!

  1. setuju, kayak di buku the secret itu kan untuk meraih impian kita harus memvisualisasikannya hehehe… waktu tingkat satu saya pengen penempatan di Lombok lho, sekarang kejadian beneran, hehehe 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s