Kamar, Tongkrongan Seru

Sadar diri. Selama berstatus sebagai mahasiswa perantauan, saya jadi sering pergi-pergi keluar kosan (keluar dari kamar saya). Ada aja alasannya. Ya kuliah lah, ya main lah, ya rapat lah, dll. Heran dengan tingkah laku diri sendiri. Sewaktu masih ABG di Semarang dan masih satu atap dengan orang tua, saya fine-fine saja ngedekem di rumah.

Usut punya usut, sepertinya ada faktor X yang mempengaruhi perubahan tabiat saya dari anak rumahan menjadi anak mainan #apadeh. Saya rasa kenyamanan kamar yang menjadi problema.

Thanks God, saya masih diberi kesadaran untuk memperbaiki diri :D. Lewat buku Organize your Life karangan Samantha Moss, saya mendapatkan ilmu untuk mengatur kamar saya menjadi lebih baik lagi :D. Berikut beberapa tips and trik mengatur kamar supaya jadi tempat seru buat nongkrong.

1. Membuat Denah Area

Sediakan kertas kosong, buku, diary, atau apapun yang dapat kamu gunakan untuk menggambar denah kamar impianmu. Perlu diingat, dalam membuat denah, pastikan bahwa kamu dapat mewujudkan apa yang ada dalam denah tersebut. Pastikan bahwa itu sudah sesuai dengan fakta yang ada. Jangan kamu gambar home theater di denah kamr impianmu saat ini padahal kamu sekarang cuma menempati kamar seluas 3×3 m saja.

Saran jitu dari buku ini, bagi kamarmu menjadi beberapa area, seperti area belajar, area bermain musik, area bermake up (maklum cewek), dll. Nantinya, pembagian area ini mempunyai andil yang cukup penting dalam penataan barang-barangmu.

2. Sistem Penataan Kamar

Nah, sudah selesai bikin denahnya? Sekarang kita lanjut ke sistem penataan kamar. Sebagian besar orang biasanya melakukan kesalahan yang sama, yaitu salah menempatkan barang. Setelah kamu membagi kamarmu menjadi beberapa area, maka saatnya kamu meletakkan barang-barang sejenis menjadi satu.

Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan seberapa sering kamu menggunakan barang itu. Untuk barang-barang yang kamu butuhkan sehari-hari, letakkan di tempat yang paling strategis dan mudah jangkauannya.

3. Simpan atau Buang

Menurut saya, ini adalah tahap paling kejam yang  disarankan oleh buku ini. Bagaimana mungkin saya membuang barang-barang  yang saya cintai dan saya banggakan? Well, terdesak keinginan untuk move on, saya pun berhasil membuat pilihan untuk me-move on barang-barang saya.

Sediakan beberapa buah kardus, kantong plastik, atau apapun yang dapat digunakan untuk mengelompokkan barang-barangmu.

Kumpulkan semua barangmu di suatu tempat lapang terlebih dahulu. Waktu saya melakukan hal ini, kamar tengah kosan saya berhasil menjadi tempat pengungsian sementara barang-barang saya.

Kemudian kelompokkan barang-barangmu menjadi empat kriteria, yaitu barang yang disimpan, barang yang dibuang, barang yang diberikan kepada orang lain, dan barang galau alias barang yang bingung mau diapakan. Baru setelah itu, tempatkan barang-barang yang disimpan sesuai area yang telah kamu buat dalam denahmu. Buang barang-barang yang pantas dibuang dan sumbangkan barang-barang yang dapat diberikan kepada orang lain sesegera mungkin.

Bagaimana dengan nasib barang galau? Untuk sementara, simpan barang-barang galaumu pada satu kotak kardus dan letakkan di sudut-sudut tak terpakai dalam kamarmu. Setelah tiga bulan kemudian, mungkin kamu sudah dapat memutuskan, mana barang yang masih ingin kamu simpan dan mana barang yang seharusnya kamu buang.

Fiuhhh.. capeknya menata ulang kamar. Sayang yaa,kalau  kamar yang sudah rapi, bersih, dan wangi ini akan kembali berantakkan. Supaya tidak buru-buru kembali ke kebiasaan lama yang suram,  buku ini menyarankan untuk melakukan Sabtu Sapu Bersih, yaitu kegiatan rutin sekali seminggu untuk membersihkan kamarmu. Tetapi kalau saya pribadi lebih suka melakukan Pagi Bersih Bersih. Well, jadi setelah salat Subuh, minimal saya menyapu lantai kamar saya, membersihkan debu pada lemari belajar, dan mengelompokkan pakaian-pakaian mana yang harus dicuci atau disetrika (sumpahlah ini ibuk-ibuk banget).

Sebelum keluar kamar atau menjelang tidur, saya juga sempatkan untuk merapikan kembali kamar. Jadi,seusai berkegiatan di luar atau bangun tidur, mood saya akan tetap baik dan fresh karena melihat betapa nyamannya kamar saya. Hihi 😀

Punya kamar rapi, bersih, dan wangi nggak ada ruginya. Selamat mencoba!

Advertisements

4 thoughts on “Kamar, Tongkrongan Seru

  1. wohooo bener juga ya, Lam. Saya yg udah segede ini aja masih susaaah njaga kamar stay clean. haha, well, nice shared laaammm :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s