Genk Ular ‘Sialan’ goes to Batu Malang

PART 1. HOW TO TRIP BATU MALANG?

Bukanlah suatu kejanggalan bila liburan saya kali ini saya habiskan bersama sahabat-sahabat saya, genk ular alias teman kelas tingkat 1 saya, kelas 1A Kebendaharaan Negara. Apa mau dikata, kalender pendidikan kampus kami, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, memang lain dari yang lain. Di saat kita sedang serius belajar buat UAS, eh PTN lain udah ngehedon liburan getooo. Nah, giliran kita foya-foya nikmatin liburan, teman-teman PTN lain udah pada sibuk kuliah. Begitu pula dengan orang-orang rumah, bapak-ibu kerja, adik-adik pada sekolah. Beneran dah kita jadi sendirian di rumah, tidak ada yang menemani seharian.. T.T  karena hampir semua anak STAN merasakan hal yang sama, merasa senasib sepenanggungan, maka dari itu kami merencanakan liburan bersama saja..

Kali ini, daerah yang menjadi sasaran kami adalah MALANG khususnya daerah BATU. Secara pribadi, saya sendiri buta dengan provinsi Jawa Timur. Seumur-umur, saya hanya pernah dua kali menginjakkan kaki di tanah Jawa Timur, sewaktu ngehadirin nikahan pakdhe saya 18 tahun lalu dan ketika perjalanan study tour ke Bali. Dan dari kedua pengalaman saya di Jawa Timur itu, tidak ada memberikan kesan yang mendalam bagi diri saya. Untuk itu, sudah saya niatkan dalam hati, liburan saya di Malang ini harus unforgettable. Apalagi, di nikmatin bareng anak-anak 1A, my lovely beloved saranghae chingu, jadi yaa.. harus hebring. hehehe.

Setalah melalui perdebatan sengit dan pertimbangan matang dari kami semua, telah diputuskan bahwa perjalanan kami ke malang dimulai pada minggu kedua dari liburan kami. Yang artinya, kami harus berangkat sendiri-sendiri dari daerah kami masing-masing menuju Batu-Malang.

Si Asih yang dari Yogyakarta, memilih travel ngelakoni perjalanan ke Batu. Ongkosnya ga terlalu mencekik lah, just Rp 100.000,00, itu pun udah termasuk servis makan ma snack. Berangkat dari Jogja pukul 9 pagi, sampai di Batu pukul 18.00 WIB.

Si Abah Husein and Erik sama-sama naik kereta local buat mencapai Batu. Kalau dari kampong Husein di Jember, dia nya naik kereta api Tawang Alun  jurusan Banyuwangi-Malang dengan ongkos Rp 20.000 dari station Jember jam setengah 9 pagi. Baru sampai di Statiun Kota Baru Malang jam 13.00 WIB. Untuk kereta dari Malang Jember, adanya yang sore bos. Yaitu pukul 14.30 dari Malang. Nah kalo si Erik nih, dia berangkat dari home sweet home nya di Blitar setelah subuhan. Nyampe di Malang sekitar jam 07.00 WIB.

Sebagai  cucu yang baik, Satria yang berkampung halaman di Sukoharjo, dekenya Solo, mau mampir ke rumah eyangnya dulu yang ada si Surabaya sebelum maen ke Malang. Jadi dia berangkat dari terminal Tirtonadi Solo naek bus Eka Rp 53.000, turun di terminal Bungurasih Surabaya. Perjalanan dari Surabaya ke Malangnya, Satria memilih naik bus lagi,bus Kalisari Rp 8000, turun di terminal Arjosari Malang. Kalo pengin higclass-an dikit, bisa naik bus Hafana Rp 15000-an.

Kalo dari Pasuruan ke Malang kayak si Om Nuris, dia nya naik bus juga. Rp 8000an juga. Turunnya di terminal Arjosari Malang juga    -,-“

Sementara saya sendiri, berangkatnya ke Malang bareng Adit yang berasal dari Jakarta dan Zali yang berasal dari Kediri. Rempong yaa.. but we had a mission. Si Adit naik kereta ekonomi Matarmaja Rp 51.000 dari station Pasar Senen Jakarta jam 14.00 WIB. Karena rute yang dilewati kereta itu nglewatin Semarang juga, maka dari itu saya pun segera memesan tiket yang sama. Saya pesennya dari Jakarta lho, nitip si Adit dulu. Jadi ntar  pada saatnya kereta itu datang dari Jakarta dan berhenti sebentar di Stasiun Poncol Semarang sekitar jam sepuluh malam, saya bisa langsung lompat dan meneruskan perjalanan ke Kediri bersama Adit tanpa perlu bersusah-susah duduk lesehan di dalam kereta dulu. Perjalanan saya dari Semarang ke Kediri pun berjalan sesuai rencana.

Saya dan Adit sampai di Statiun Kediri pukul 5 pagi. Pas banget dah, kita bisa subuhan dulu di statiun sambil nunggu jemputan Zali. Jam setengah enam-an, Zali pun datang menjemput kami. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Pare, kampong halaman Zali, dengan menaikki bus Puspa Indah yang biasanya lewat di depan SMK N 3 Kediri (Rp 4000,00).

Setelah mandi, membersihkan diri dari bau kemiskinan  kereta ekonomi, sarapan, dan istirahat “bobo” sebentar di rumah zali yang damai dan tenang, kami melanjutkan lagi perjalanan ini, kali ini benar-benar menuju MALANG! Dari depan rumah Zali di pinggir Jalan Soekarno Hatta, kami menunggu bus Puspa Indah – lagi. Ongkos dari pare ke Kediri Rp 14.000 itu pun termasuk suguhan pemandangan eksotis di sepanjang jalan dan jaminan jiwa karena rute yang kami lewati dipenuhi marabahaya – jurang dan gunung man!.  Jam 16.00, saya sudah sampai dengan selamat di perempatan Pasanggrahan Batu, menunggu jemputan Ceprin, sahabat saya dari Batu yang dengan rela hati memberikan saya penginapan gratis selama di Batu. Sedangkan Adit dan Zali masih harus meneruskan perjalanan ke Malang, menuju rumah sahabat Tam yang juga sudah  rela hati memberikan mereka penginapan gratis.

OK dah. Take a rest for happy tomorrow !!!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s