Worklife, Welcome to The Jungle : Pemberkasan

Emang gaji aja yang bisa dirapel? Postingan di blog ini juga mau kurapel ahh. Semenjak berstatus sebagai C-CPNS, hidupku emang perlu direset ulang. Perlu waktu cukup lama buat beradaptasi di kehidupan hutan ini .. work-life means jungle right?

Dipostingan terakhir, aku nulis tentang Tes Kompetensi Dasar atau TKD. Maacih bingit buat temen-temen yang udah mau membaca ocehanku itu dan membagikan link nya di medsos. Aku terharu :”) #hug #hug #hug.

twitter, ocehan mia

facebook TKD

Penempatan Instansi

Aniwei, sekarang saatnya aku menceritakan bagaimana kehidupanku setelah dipehapein selama setahun, trus kemudian disuruh belajar buat tes yang disebutkan tadi, trus ikutan tes yan udah disebutkan tadi, trus akhirnya.. pengumuman hasil tes yang disebutkan tadi keluar, bebarengan dengan pengumuman penempatan instansi. Menurut catatanku sih, kejadian bersejarah ini jatuh pada tanggal 5 September 2013.

Alhamdulillah wa syukurillah, aku tembus ke pilihan pertama, yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Walaupun terbilang murtad spesialisasi -secara selama tiga tahun aku dikuliahi materi perbendaharaan negara- ada 50 teman dari spes yang sama dengan aku di instansi ini. Jadi yaaa kalau aku agak nggak ngeh dengan perpajakan.. masih ada temannya lah. Hehe.

Pemberkasan

Berkat pengumuman ini, aku bisa terbang -padahal cuma naik kereta api- ke Jakarta buat pemberkasan. Yang pertama, tanggal 11 September 2013, pemberkasan untuk Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan yang dilaksanain di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rawamangun. Terlepas dari banyak dan ribetnya dokumen yang harus aku siapin, aku lebih excited ketemu teman-teman #salahfokus. Hihihihi. Kangennya nggak nahan🙂

Kerempongan berlanjut pas pemberkasan untuk DJP di kantor pusat, jalan Gatot Subroto, Jakarta, tanggal 27 September 2013. Iyes, aku musti balik Jakarta lagi cobak??? Suasananya sih sama “krik” nya dengan pemberkasan pertama. Cuma disuruh dateng, kasih berkas, trus balik ajah gitu. Tapi gapapa, yang penting bisa ketemu temen-temen🙂 #salahfokuslagi.

Magang

Menilik pengalaman yang telah lalu, kalau abis pemberkasan gini, kita dimagangin gitu. Itung-itung pemanasan kita, sebelum beneran nyemplung ke worklife yang katanya seserem kehidupan di hutan belantara. Denger-denger sih, awal Oktober mau dimagangin. Aku nyante-nyante aja.. mau jadwal magangnya diundurin pun, aku udah cukup legowo menerima -efek dipehapin selama setahun-.

Pengumuman penempatan magang datang di saat aku lagi nge-hang-out bareng Nurul dan Ucup buat nonton Insidious. Belum tamat deg-degan sama tuh film, tetiba harus deg-deg-an lagi setelah dapet kabar kalau per tanggal 1 Oktober 2013, aku magang di KPP Madya Semarang, bersama dengan 10 teman lainnya yang cuma aku kenal 2 helai doang, Ucup dan Rasid karena satu organda. Yang 8 orang ini siapa???

To be continued..

Posted in Uncategorized

Tentang TKD (Tes Kompetensi Dasar) Berbasis CAT (Computer Asissted Test)

Lama bener dah blog ini aku anggurin *bersih-bersih debu dan sarang laba-laba*. Sori-sori, beberapa bulan terakhir emang lagi sibuk dan banyak pikiran *padahal juga pengangguran*, dari masalah hati yang belum nemuin titik terang ditambah masalah penempatan kerja yang masih mengambang. Capek lah capek. Tega lah tega. Pagi, siang, sore, dan malam dibanyak-banyakin berdoa.

Alhamdulillah, akhir Juni 2013, ada kabar baik dari Setjen tentang nasib penempatan kami, lulusan STAN. Berdasarkan peraturan terbaru tentang pengangkatan CPNS, kami wajib lulus TKD (Tes Kompetensi Dasar) dengan berbasis CAT (Computer Asissted Test). Sistem ujian CPNS berbasis CAT baru tahun ini diselenggarakan oleh Kementrian Aparatur Negara. Jadi kalau sebelumnya teknis uijan tertulis CPNS mirip ujian nasional -pakai LJK dan pensil 2B-, untuk tahun 2013 ini lebih canggih men, pakai komputer.

Kepastian tanggal pelaksanaan TKD baru diberikan beberapa hari sebelum bulan puasa. Untuk lulusan STAN 2012, pelaksanaan TKD jatuh pada tanggal 26-31 Agustus 2013. Alhamdulillah, ada waktu sekitar dua bulan untuk menyiapkan diri. Iya lah belajar. Materi yang diujikan sebenarnya nggak rumit-rumit amat *ditimpukin teman seangkatan* tapi cakupannya tu lho luas banget. Kalau untuk lulusan sekolah kedinasan macam kami ini, materi TKD yang diujikan berupa:

  1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) meliputi nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI (sistem tata negara pusat dan daerah, sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan global/regional, kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar), dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. Tes Intelegensi Umum (TIU) meliputi kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan berpikir logis, dan kemampuan berpikir analitis.
  3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) meliputi banyak( boleh diskip, tapi tetep kuncantumin deh): integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi kepada orang lain, kemampuan beradabtasi, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, kemampuan bekerjasama dalam kelompok, dan kemampuan menggerak dan mengkoordinir orang lain.

(untuk materi TKD ujian CPNS umum bisa dilihat di Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil). Total soal yang diujikan ada 100 nomor dengan proporsi TWK 25 nomor, TIU 25 nomor, dan TKP 50 nomor dalam waktu 90 menit. Penilaian untuk TWK dan TIU yaitu benar=5, salah=0. Sedangkan peniliaian untuk TKP menggunakan skala 1-5. Nilai maksimal yang dapat dicapai adalah 500. Passing grade yang harus dilalui untuk lulusan D3 adalah 275.

Mabok kan ya pas ngebaca rentetan materi di atas. Bayangin, hampir setahun otak didiemin dari hal-hal yang berbau akademik, eh ini tiba-tiba disuruh ikutan ujian *oh God why*. Untungnya aku dapet support dari teman-teman seangkatan. Walaupun kami terpisah jarak, tetapi tetep bisa lho belajar bareng. Mulai dari yang sederhana, ngeshare link materi di grup Facebook, diskusi materi TKD pas lagi chattingan baik secara personal maupun grup chat, sampai yang paling luar biasa, ada teman yang bikin akun twitter khusus ngetweet materi TKD dan ngadain tryout secara berkala (cek aja tweet favourite @TKD_2013 dan @belajarTKD. Jangan lupa cobain tryoutnya. Ada pembahasannya kok). Dan yang paling penting nih ya, kami selalu mengingatkan untuk selalu saling mendoakan demi kelulusan 100% dan penempatan yang terbaik. *Pas ngetik ini sampai terharu TT.TT sense of belongingnya itu lho*

Hampir lupa, tempat pelakasnaan TKD kami ada di 12 Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara yang telah memiliki sistem CAT ini. Kebetulan aku memilih BKN Yogyakarta, tepatnya di Jalan Magelang km 7.5 Yogyakarta (sebelum terminal Jombor kalau dari arah utara).

Ini penampakan BKN Yogyakarta.Image

Ini gedung tempat pelaksanaan TKD berbasis CAT di BKN Yogyakarta.

Image

Masuk ke teknis pelaksanaan yuk. Jadi, kantor BKN menyediakan 50 unit komputer untuk pelaksanaan program CAT. Setiap harinya, ada 5 sesi TKD yang dimulai dari pukul 08.00 sampai 17.20. Kebetulan aku dapat sesi kedua (pukul 09.40-11.20). Kenyataannya, jadwal tes kami mundur 30 menit lebih. Seingatku, aku baru memasuki ruangan tes pukul 10.30. Sebelum tes dimulai, ada arahan dari pegawai BKN tentang aplikasi CAT ini. Secara teknis, aplikasinya udah oke kok. Friendly user and detail. Langkah pertama, kami diharuskan memasukan nama dan password (kami menggunakan nomor KTM). Setelah itu muncul page data diri, pastikan bahwa data yang tercantum telah benar. Kalau data diri telah benar dan sesuai, langkah selanjutnya adalah memulai tes *yaiyalah*. Seingatku tampilan page soal seperti gambar di bawah ini *seadanya yaa. maaf kalau gambar jelek*

Image

  • Bagian berwarna orange adalah bagian soal. Ada 5 pilihan jawaban, pilih salah satu yang paling benar menurutmu. Kalau benar-benar yakin, jangan lupa klik simpan. Kalau masih meragu, mending diskip aja. Toh nantinya kita bisa balik lagi ke soal itu kalau ilham sudah datang. Hehehe.
  • Bagian berwarna hijau adalah bagian pengingat yang mencantumkan berapa soal waktu yang tersisa, soal yang belum dijawab, soal yang sudah dijawab.
  • Bagian berwarna pink adalah bagian yang memudahkan kita untuk loncat dari satu soal ke soal lainnya. Bagian ini terdiri dari dua puluh kolom yang bisa discroll maju mundur. Setiap nomor diberi lampu indikator. Bila berwarna merah berarti nomor tersebut belum. Bila berwarna hijau berarti nomor tersebut telah dijawab (jawaban sudah disimpan).

Review soal ujian nya nih. Kalau dibandingin dengan try out yang pernah aku kerjakan, baik dari buku-buku tes CPNS dan online, soal-soal TKD yang resmi tingkatannya ada di atas rata-rata. Bukan bermaksud menakut-nakuti lho ya. Kita bicara fakta. Walaupun lebih sulit, sebenarnya semua udah ada di materi-materi yang aku pelajari. Iya ihh, eksekusinya kurang oke gara-gara nervous. Selain itu proporsi soal jadi berubah. Kalau selama try out, bagian TKP 50% dari jumlah soal, untuk TKD resmi berubah menjadi 35% saja. Padahal kan lumayan kalau TKPnya dibanyakin. Nggak ada jawaban salah gitu loh. Selain itu, aku juga kesulitan dengan soal matematikanya. Angkanya kurang indah untuk dihitung dengan waktu yang minimal *dasar lemah*. Ada juga, beberapa soal tentang penarikan kesimpulan yang kurang lengkap. Harusnya kan ada dua premis, itu cuma satu thok. Mana bisa menarik kesimpulan? Untuk TWKnya, itu sudah faktor luck. Untung pernah baca, untung pernah tahu, baru bisa jawab. Hahaha.

Saran aja sih, kalau emang udah stuck, nggak ada soal yang bisa dikerjain lagi, padahal masih banyak yang belum dijawab (lihat gambar. Pada bagian pink, warna nomor masih merah), dan waktu yang tersisa tinggal 2 menit, udah deh nembak. Dengan diiringi doa, semoga jawaban yang dipilih secara asal ini sesuai dengan kunci jawaban *suara-suara keputusasaan*. Perlu tahu nih,pas waktu pengerjaan habis (semenit sebelumnya deh), page soal akan menutup secara otomatis dan berganti dengan page nilai. Sebelum itu terjadi, mending semua soal dijawab dulu. Toh, kalau benar bisa jadi tambah-tambah nilai, kalau salah juga nggak akan mengurangi nilai.

Anyway, good luck yaa buat para teman-teman fresh graduated yang mau ikutan TKD (seleksi penerimaan CPNS). Sampai ketemu di Kemenkeu😀

Cupcake Kue Cubit

Acara TV favorit saat ini adalah Urban Cook di Kompas TV. Tampil beda dengan program lainnya, acara memasak yang dipandu oleh Chef Yudha ini terlihat lebih “anak muda”. Mulai dari jenis makanan/minuman yang dibuat, cara pembuatan cenderung mudah diikuti, plus terkemas apik dengan sentuhan efek kamera yang oke-lah (nggak tau namanya apa).

182369_195736527240648_875244232_n

Tadi siang iseng-iseng nyobain bikin salah satu resep cupcake yang ada di Urban Cook, namanya Cupcake Kue Cubit. Gampang pakai banget. Biasanya kan kita pakai beberapa adonan terpisah (nantinya juga dicampur sih), tapi untuk cupcake yang satu ini kita cuma butuh 1 bowl. Ini resepnya.

resep-cup-cakes-kue-cubit

Biasanya, mentega tawar aku pakai buat bikin krim olesan roti tart atau buat bikin bakpau. Baru kali ini aku pakai mentega tawar buat bikin adonan kue. Awalnya agak shock ngeliat penampakan adonan yang tidak seindah biasanya, terlihat lebih kaku dan sulit dimasukkin ke cup-nya. Eh ternyata pas dioven, adonannya bekerja dengan baik. It’s tasted very yummy😀

cupcakes-kue-cubit-versi-penulis

Aku juga nggak bikin frosting. Soalnya bagian atas cupcake-nya cruncy, sayang kalau ditutupin frosting. Resep asli juga dapat dilihat di sini!

Bromo dan Sempu Seperti Bukan di Bumi

Perjalanan minggu lalu kayak mimpi.

Sebelumnya, aku cuma bisa memandangi potongan gambar Segara Anak Pulau Sempu dan Gunung Bromo yang banyak diposting di web-web traveller. Sampai akhirnya, aku beneran bisa melihat lukisan Allah itu secara langsung. Dapat banyak bonus trip pula.

Awalnya

Rencana untuk tour lagi ke Jawa Timur bareng Erik dan Asih sebenarnya udah lama banget. Bahkan sebelum kami diwisuda deh. Banyak banget faktor yang menghalangi rencana jalan ini, mulai dari faktor ekonomi, kelabilan cuaca, sampai nentuin waktu yang tepat. Setelah diskusi sampai cakar-cakaran cukup lama, kami menentukan tanggal 29 April 2013 sebagai tanggal keberangkatan kami menuju ke timur. Selain kami bertiga, kami berhasil menghasut beberapa teman untuk ikut serta dalam acara jalan kali ini. Kingkin, Mita, Dian, dan Mbak Nurul were the lucky friends whom we invited. Sebenarnya masih ada lagi teman-teman yang aku ajak. Nggak usah disebut sih, habis tiba-tiba ngebatalin gitu. Belum jodoh kali ya.

Destinasi pertama adalah Gunung Bromo. Untuk akomodasi, Dian berbaik hati meminjamkan dua buah kamar di rumahnya yang ada di daerah Purwodadi, Pasuruan, untuk kita tempati. Jarak dari rumah Dian ke Penanjakan juga lumayan dekat (dibandingkan dengan rute dari Probolinggo). Hari Rabu, 1 Mei 2013 pukul 03.10, kami cabut menuju lokasi penanjakan dari rumah Dian. Sebelum meneruskan perjalanan, kami sempat berganti mobil, dari panther ke jeep ( kendaraan wajib buat menaklukan medan di kawasan Bromo). Sekitar pukul 04.30, kami sampai di penanjakan. Beuh suasananya benar-benar ramai sesak dipenuhi para pelancong yang ingin melihat sunrise di Bromo, kebanyakan para wisatawan asing pula.

Sunrise di Bromo

JLN sunrise-dari-penanjakan

Sama sih seperti sunrise-sunrise yang aku lihat di berbagai tempat (kurang punya sense ya. hahaha). Yang bikin pusing itu pas ngelihat deretan pegunungan di bawah penanjakan. Masya Allah, Subhanallah, Allahu akbar! Kawah Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru, dan beberapa gunung lainnya menciptakan mahakarya spektakuler. Sumfeeeh spechless. Lagi-lagi ngerasa aku masih ngimpi. Duh, pusing. Gak ngerti lagi.

JLN mahakarya-sang-pencipta

Belum sepenuhnya sadar dari kenyataan. Mas supir jeep sekaligus mas pemandu kami, mengajak kami menuruni penanjakan menuju Kawah Bromo. Tapi sebelumnya, si Mas mengajak kami ke dua tempat eksotis lainnya di kawasan wisata Bromo. Dua tempat itu adalah bukit teletubies dan pasir berbisik. Lagi-lagi, rasanya mau pingsan (OK lebay deh). Perpaduan birunya langit dan hijaunya perbukitan di padang savana membuat mataku nggak bisa berkedip. Bertanya-tanya, ternyata ada ya tempat kayak gini di Indonesia? Kayak nggak lagi di bumi. Kontras dengan bukit teletubies, pasir berbisik tampak panas dan gersang (nggak nampak lagi, emang kenyataannya gitu). Pasirnya beda dengan pasir dari Gunung Merapi, malah lebih mirip abu ketimbang pasir. Walaupun begitu, tempatnya tetap eksotis. Berasa syutting video klip OST. Film Ayat-Ayat Cinta. Hahaha.

JLN asap-sulfur-dari-kawah-bromo

Kalau diumpamain sama makanan, melihat kawah bromo merupakan main course-nya. Sebelumnya kami harus melewati lautan pasir landai yang lama-lama menjadi menanjak. Selanjutnya, kami harus mendaki 250 anak tangga menuju Kawah Bromo. Total perjalanan kurang lebih 3 km dari parkiran jeep. Sampai di atas, kami dapat melihat penampakan Kawah Bromo yang selalu kenyang dengan berbagai macam sesaji yang diberikan penduduk sekitar (Suku Tengger) dan para pengunjung yang mempercayai klenikan. Ketika kami asyik foto-foto eh malah ada mas-mas yang nekat turun ke dalam kawah buat melempar benda pusaka.Aksi ekstrim lainya juga dilakukan oleh rombongan Mr. and Mrs. Bule, mereka semangat banget thawaf di Kawah Bromo. Wah-wah.

Sammy, I’m in love

Puas menikmati Bromo, destinasi kami yang kedua adalah ke Taman Safari. Sengaja kami mau rehat sebentar sebelum ke Sempu. Kan kalau baca-baca di Blog Traveller gitu, medan yang kita tempuh di Pulau Sempu cukup ekstrim. Jadi nggak ada salahnya untuk istirahat sambil bersafari ria di Taman Safari Indonesia 2 di daerah Prigen Pasuruan. Startnya dari rumah Dian pukul 09.30 sampai di Taman Safari pukul 11-an dengan mobil Ayah Dian. Kami ambil paket komplit Rp.95.000,00 sehingga setelah melihat hewan-hewan, kami bisa langsung menikmati wahana permainan. Sebenarnya suasana taman safari Prigen dengan yang di Bogor nggak jauh sama. Standarlah. Ada juga show-show hewan seperti lumba-lumba, wild-wild west, dll. Wahana permainannya juga beragam. Tapi bagi kami kurang menantanglah. Hahaha. Pengalaman paling tak terlupakan adalah foto bareng Sammy, si bayi orang utan. Udah kuanggep kayak anak sendiri (eh).

JLN sammy-im-in-love

Akhirnya, Sempu!

JLN ramainya-segara-anak

Sehari kemudian, persiapan untuk berangkat ke Sempu sudah siap 100%. Transportasi kami disponsori oleh si baik hati Lepo dan dipandu oleh Tama yang awalnya nggak niat ikut tapi akhirnya ikut karena nggak tega ngeliat kami para cewek-cewek (iya minus Erik) berkelana di hutan Pulau Sempu. Haha. Perjalanan dimulai dari rumah Rina daerah Sawojajar, Malang pada pukul 06.30. Tiba di Pantai Sendang Biru sekitar pukul 09.00, Tama langsung bergegas mengurus perizinan, mencarikan guide, dan juga kapal buat nyebrang. Bismillah. Nyebrang.

Nggak butuh lama untuk menyebrang, Pulau Sempunya juga keliatan kali dari Pantai Sendang Biru. Kami mendarat di Semut (bapak guidenya bilang gitu). Di situlah kami memulai treking kami. Medan yang kami lalui hampir mirip dengan medan di bukit belakang rumah Dian (baca postingan Bonus Trip). Bedanya mungkin tanahnya yang lebih becek tapi untungnya nggak begitu parah karena semalam nggak hujan. Estimasi bapa guideknya sih kita sampai di Segara Anak kurang lebih 2-3 jam lagi, nyata cuma 1 jam lebih dikit kita udah nyampai lhoo. Beuh ramenya. Banyak juga yang ngecamp di daerah Segara Anak. Karena waktu kami nggak banyak, aku langsung aja nyebur. Hahaha. Bahagia banget bisa renang-renang di air laut. Bener-bener paradise. Apalagi bisa foto underwater pake kamera lepo (sorry narsis. kekeke).

JLN kalemnya-pantai-bau-bau

Kami juga mendaki bukit karang di sekitar Segara Anak. Dari sana Samudra Hindia terpampang di depan mata. Duh duh, mau pingsan lagi. Rasanya nggak pengin cabut dari tempat ini. Nyesel tingkat dewa batal ngecamp di sini karena kehilangan beberapa personil. Huhuhu. Nggak ada waktu buat bersedih. Hati kembali menjadi riang gembira setelah sampai di Pantai Bau-Bau. Yeee, main air lagi. Tapi kali ini nggak fokus ke situ sih, fokus membersihkan diri. Karena kurang hati-hati, sewaktu treking ke Pantai Bau-Bau, kaki kananku masuk ke lumpur hisap. Udahlah, kostumku kotor semua. Parah.

Waktu kok cepet banget berlalu, pukul 02.00 nih, kami bergegas pulang ke Sendang Biru untuk mengejar kereta pulang dari Malang. Kali ini benar-benar sedih. Bertekad di dalam hati, kapan-kapan ke sini lagi!

to be continued: Bonus Trip

Cupcake Stroberi Angel

Salah satu kegiatan yang harus diselesaikan selama menunggu penempatan ini adalah merealisasikan semua resep cupcake dari buku Variasi Cupcake (lihat postingan sebelumnya). Kali ini, aku mau berbagi pengalaman merealisasikan resep Stroberi Angel Cupcake. Sudah beberapa hari lalu sih bikinnya tapi baru menyempatkan diri posting sekarang. Maklum, pengacara (pengangguran banyak acara).

Anyway, seperti biasa, resep di postingan ini juga aku sajikan dalam dua versi, versi menurut percobaanku di dapur dan versi asli sesuai buku. Selamat mencoba :3

Stroberi Angel Cupcakes

(telah diuji di dapur ocehanmia)

Camera 360

Continue reading